Mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Kimia Industri merupakan mata pelajaran fundamental pada Program Keahlian Teknik Kimia Industri yang mempelajari prinsip rekayasa pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah melalui penerapan ilmu teknik kimia, kimia dasar, serta ilmu pendukung lainnya. Pembelajaran ini bertujuan membekali peserta didik dengan dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills) terkait proses bisnis kimia industri, perkembangan teknologi industri dan isu global, pemahaman profesi serta peluang kewirausahaan, dan penguasaan teknik dasar proses produksi di bidang kimia. Penyampaian materi dilakukan melalui metode beragam seperti pembelajaran kelas, praktikum laboratorium, proyek, kunjungan industri, diskusi, demonstrasi, project-based learning, problem-based learning, dan inquiry learning sehingga peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap beradaptasi di dunia kerja. Mata pelajaran ini sangat penting karena menjadi landasan sebelum mempelajari kompetensi lanjutan dan sebagai persiapan memasuki industri kimia yang sesungguhnya.
Peserta didik mempelajari berbagai kompetensi dasar dalam bidang kimia industri, mulai dari pemahaman konsep dasar kimia organik dan anorganik seperti larutan, stoikiometri, laju reaksi, kesetimbangan kimia, sifat koligatif, serta redoks dan elektrokimia. Selain itu, dipelajari juga dasar mikrobiologi meliputi jenis mikroorganisme, pembuatan media, teknik sterilisasi, isolasi, inokulasi, serta perhitungan jumlah mikroba. Peserta didik juga dilatih menggunakan peralatan dan teknik dasar laboratorium, memahami proses bisnis industri kimia termasuk perencanaan produk, supply chain, logistik, produksi, pengelolaan sumber daya, perawatan peralatan, dan pengelolaan SDM. Materi juga mencakup perkembangan teknologi dan isu global seperti industri 4.0, digitalisasi, pengendalian limbah, pemanasan global, dan aspek ketenagakerjaan. Selain itu, peserta didik mengenal profesi dan kewirausahaan di bidang kimia industri melalui pembelajaran berbasis proyek, mempelajari teknik dasar proses produksi kimia serta penerapan teknologi modern, dan mampu menerapkan K3LH serta budaya kerja industri melalui praktik kerja aman, identifikasi bahaya, prosedur darurat, sistem 5R, pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah B3, penggunaan MSDS, dan etika kerja.
Materi Teknik Kimia Industri mencakup pemahaman dasar kimia, dasar mikrobiologi, serta teknik dasar pekerjaan laboratorium. Pada bagian ini, peserta didik mempelajari konsep-konsep penting seperti stoikiometri, sifat larutan, laju reaksi, kesetimbangan kimia, hingga elektrokimia. Selain itu, peserta didik juga diperkenalkan pada mikroorganisme, media mikrobiologi, teknik sterilisasi, teknik isolasi, inokulasi, serta perhitungan jumlah mikroba. Pembelajaran dasar laboratorium meliputi penggunaan alat laboratorium dan kemampuan melakukan analisis sederhana sebagai fondasi keterampilan praktis.
Pada aspek teknik kimia lanjutan, peserta didik mendalami asas teknik kimia yang mencakup sistem satuan (CGS, MKS, SI, British Engineering), konversi satuan, neraca massa dan energi, serta termodinamika dasar. Peserta didik juga mempelajari operasi teknik kimia seperti aliran fluida, transportasi fluida, perpindahan panas dan massa, serta proses pemisahan mekanik. Pemahaman terhadap unit operasi seperti pipa, pompa, valve, mixer, blower, dan peralatan lain membantu peserta didik memahami bagaimana fluida dan energi bekerja dalam sistem industri.
Materi selanjutnya menekankan pada proses industri kimia dan perkembangan teknologi yang digunakan. Peserta didik mempelajari alur proses industri mulai dari perencanaan, produksi, hingga distribusi dan perawatan peralatan. Berbagai jenis industri dibahas, seperti industri sabun dan deterjen, cat dan coatings, pangan, farmasi, petrokimia, polimer, semen, kaca, baja, hingga industri pulp dan kertas. Selain itu, peserta didik diperkenalkan pada teknologi industri modern termasuk digitalisasi, Industri 4.0, siklus hidup produk, pengendalian limbah, dan isu-isu global seperti pemanasan global serta perubahan iklim.
Bagian terakhir membahas kontrol proses dan pengolahan limbah industri. Pada kontrol proses, peserta didik mempelajari HACCP, CCP, GMP, serta sistem pengendalian manual dan otomatis yang mencakup instrumentasi seperti pengukuran suhu, tekanan, level, hingga flow rate. Diagram proses seperti PFD, P&ID, dan sistem DCS juga dipelajari. Dalam pengolahan limbah, peserta didik memahami klasifikasi limbah (air, udara, B3, dan non-B3), pencegahan polusi, waste management, serta teknik pengolahan limbah secara fisika, kimia, dan biologi. Selain itu, materi K3LH dan budaya kerja 5R diterapkan untuk membentuk sikap kerja yang aman, disiplin, dan sesuai standar industri.